Curhat sebentar...
Pengen cepet-cepet naik kelas 12. Meninggalkan rutinitas 'ini', rutinitas yang semakin mendekatkanku dengannya. Bahaya jika ini semakin dekat. Menggalaukan. Menyesakkan. Mengecewakan pasti. Ayo.. setengah tahun lagi kau akan bebas Lina. Atau malah semakin kacau??
Ah entahlah, yang jelas pikiranku saat ini, setengah tahun kedepan akan lebih baik. Setidaknya aku akan jarang bertatap denganmu, Tatapan mematikan.
Semakin sore. Semakin gelap. Hujan akan turun lebat sepertinya. Pulang dulu ya. Daaa... blog tercinta.
Sabtu, 19 Januari 2013
Secoret Curhat
Dear my beloved
Crhat sebentar.
Hari yang panas. Sangat Terik. Menyengat. Gerah. Silau.
Di salah satu sudut sekolahku.
Besok itu minggu. Hari libur yang akan menjadi setengah hari yang melelahkan. Aku tak tau besok itu akan seperti apa. Rencana A tergagalkan dengan sempurna dan dengan tiba-tiba. Ah.. sedikit menyebalkan sebenarnya, disaat rencana tersebut sudah hampir 60%. Rencana B sekarang. Besok. Iya besok terrealisasi. Cepat sekali pikirku. Masih 70%. Belum ada gambaran. Ngadat. Oh harus bagaimana besok? Aaaaaaku hanya berharap semoga setidaknya 'sederhana' itu bisa menyenangkan untuk mereka adik-adikku. Maklum lah, persiapan hanya beberapa hari. Ya, semoga menyenangkan kawan. Semoga berjalan dengan lancar. Tidak ada halangan. Have fun. Yeah !!!
Intinya ini pembelajarn untuk semua. Ya, semua. Bukan hanya mereka.
Ya Rabb, lancarkan kami besok ya :) Semoga bermanfaat untuk semua :)
Rasa lelah besok pasti akan terbayarkan oleh seyum dan tawa gembira mereka. Ah, pasti lega rasanya. :)
Udah dulu ya, sore nih. Capek. Pengen pulang. Tapi masih harus nunggu seseorang. Nggak usah tanya ataupun ngira-ngira siapa tuh orang. Yang jelas sih orang yang Pandangannya Melumpuhkan. Mematikan.
Jumat, 18 Januari 2013
Tanpa judul Lagi
PENGEN TERIAAAAKKKKK..............
PENGEN MEWEEEEKKK............
PENGEN BERSANDAR DI BAHU SAHABAT .
PENGEN MEWEEEEKKK............
PENGEN BERSANDAR DI BAHU SAHABAT .
TANPA JUDUL
Hai...
Long time no see...
Kalo dibilang dateng pas butuh aja sih emang iya. Lagi sumpek banget ini. Dan tidak ada salahnya kalo aku meluapkan kesumpekan ini padamu. HAHAHA
Curhat ya.. boleh ya??? pliiss :(
Okay, dimulai dari yang manis, semanis penulisnya. *HUWEK*
Kenal yang namanya itu nggak?? masa sih nggak kenal?? itu tuh,, yang nongkrong dipikiranku sejak beberapa hari yang lalu. Ah andai kau tau betapa menyenangkan orang itu. Lalala... aku ingin bernyanyi di dalam hati setiap aku lihat matanya. Ya, mata yang menyenangkan, menyejukkan, mendamaikan. Suara... wow sangat bersemangat. Membawa aura positif untuk mereka2 yang gila. eiitss... tapi aku nggak gila. suer !!
Mengarah ke yang 'sepet'--- treng..treng..treeng...... (suara mak lampir)
Perlahan-lahan sesak,sepet,bimbang,galau, dateng rombongan sambil teriak-teriak "WOOYYY... LU DI PHP !!!!!! " --JLEB!!!! butuh napas buatan !! Sesak banget. Rasanya seperti di ajak jala-jalan ke bulan lalu di sempaarrr ke bumi. --END
Long time no see...
Kalo dibilang dateng pas butuh aja sih emang iya. Lagi sumpek banget ini. Dan tidak ada salahnya kalo aku meluapkan kesumpekan ini padamu. HAHAHA
Curhat ya.. boleh ya??? pliiss :(
Okay, dimulai dari yang manis, semanis penulisnya. *HUWEK*
Kenal yang namanya itu nggak?? masa sih nggak kenal?? itu tuh,, yang nongkrong dipikiranku sejak beberapa hari yang lalu. Ah andai kau tau betapa menyenangkan orang itu. Lalala... aku ingin bernyanyi di dalam hati setiap aku lihat matanya. Ya, mata yang menyenangkan, menyejukkan, mendamaikan. Suara... wow sangat bersemangat. Membawa aura positif untuk mereka2 yang gila. eiitss... tapi aku nggak gila. suer !!
Mengarah ke yang 'sepet'--- treng..treng..treeng...... (suara mak lampir)
Perlahan-lahan sesak,sepet,bimbang,galau, dateng rombongan sambil teriak-teriak "WOOYYY... LU DI PHP !!!!!! " --JLEB!!!! butuh napas buatan !! Sesak banget. Rasanya seperti di ajak jala-jalan ke bulan lalu di sempaarrr ke bumi. --END
Selasa, 27 Maret 2012
[MUST READ] Presiden, Saya Mau Keadilan, Bukan Amplop Rp 25 Juta
Indra Azwan (53)–seorang pencari keadilan atas kasus tabrak lari yang menimpa anaknya, Rifki Andika (12), pada 1993–baru tiba di Jakarta pada Minggu (18/3/2012) malam. Lelah. Itu yang terlihat di wajah pria yang sering menyebut dirinya "Singo Edan" ini.
Kulitnya tampak gosong. Rambutnya yang beruban pun lepek karena keringat saat menempuh jarak Malang-Jakarta dengan berjalan kaki. Tertatih-tatih, pria paruh baya ini berjalan memasuki aula kecil di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng, Jakarta Pusat.
Langganan:
Postingan (Atom)